ANTARA CINTA DAN KELUARGA
ANTARA CINTA dan KELUARGA
Hidup akan menjadi indah selama kita masih memiliki dan berada disamping
orang –orang yang kita sayangi, seperti anita yang dimana dia
masih memiliki kedua orang tua, adik dan kakak yang selalu
mengingatkannya dikala dia melakukan suatu kesalahan, anita yang masih
berumur 16 tahun dan duduk dibangku sekolah SMK yang dimana dia masih
melewati masa-masa pubertas sama seperti yang dirasakan oleh remaja yang
lain.
Pada saat itu anita menyimpan perasaan sayang
pada seorang cowok yang bernama “Andre”.tanpa dia sadari bahwa dari
awal dia masuk dibangku sekolah SMK anita sudah dilarang oleh
keluarganya untuk berpacaran,tetapi anita tetap saja menentang perintah
orang tuanya itu,anita dan andre menjalani hubungan berpacaran sudah
hampir dua tahun. Dia menjalani semua itu tanpa sepengetahuan dari orang
tua anita,apakah ini kekonyolan dari sebuah cinta ? seperti ada pepatah
kalau “ Cinta itu Buta “ yang bisa membutakan mata dan hati bagi insan
yang merasakannya seperti “Anita”...
Andre selalu ada disaat Anita membutuhkannya,disaat anita merasa sedih
dan bahagia.mungkin itu yang membuat anita menganggap andre adalah
segalanya dalam hidup anita,hari-harinya selalu dia jalani dengan andre
meskipun mereka berpacaran dengan cara long distance,karena andre bekerja dan sudah jelas jauh dari anita,,tetapi anita tidak menyadari semua itu.
Suatu ketika anita memasuki bangku perkuliahan,dari sinilah kedua orang
tua dan kakaknya mengetahui tentang hubungannya dengan andre melalui
seluler anita yang berisi sms-sms dari andre yang selama ini dia dan
andre sembunyikan,dan tanpa sepengetahuan anita tiba-tiba andre
berkunjung kerumah anita,andre tidak pernah mendapat respon baik dari
keluarga anita karena sudah dari awal keluarga anita tidak menyukai dan
menyetujui hubungan mereka.
Pada saat itu keluarga anita marah besar sampai ayah dan ibu anita jatuh sakit mengetahui perbuatan anita yang selama ini menentang perintah mereka mulai saat itulah anita diberi pilihan antara keluarga, kuliah atau pacar.
Pada suatu malam anita berada pada perasaan bingung dengan pilihan yang
diberikan oleh orang tuanya,, dia tidak ingin melepaskan pacarnya tetapi
dia juga tidak ingin melepaskan keluarga dan kuliahnya.tapi dia harus
menentukan pilihan yang harus dia ambil, akhirnya anita memilih keluarga
dan kuliahnya dia berjanji pada orang tuanya untuk tetap fokus pada
kuliah dan masa depannya. Dia tidak akan mengulangi kesalahan untuk yang
kedua kalinya.
Akhirnya anita sekarang berusaha untuk mengembalikan rasa kepercayaan
orang tuanya pada dirinya dan dia berkomitmen untuk selalu memandang
masa depannya.
renungan hati
hidup ini kan terasa indah dan menyenangkan jika kita selalu bersyukur terhadap apa yang kita miliki saat ini,karena apa yang kita miliki belum tentu dimiliki orang lain karena masih banyak orang disekeliling kita yang masih hidup pas-pasan dan serba kekurangan kita tidak akan pernah bisa bersyukur jika kita slalu melihat keatas tapi jika kita mencoba untuk melihat kebawah kati akan menyadari betapa beruntungnya kehidupan yang kita jalani saat ini
This My STORY
SAHABATKU CINTAKU
Kamu, orang yang membuatku nyaman, dan bahagia. Selalu menjagaku tanpa lelah. Tetapi rasa ini
sungguh menyiksaku, menunggu kepastian tanpa balasan. Dia sahabatku,
tapi dia juga nafasku, dia Dicky Aprilio. Sejak pertama aku kenal dia,
tatapannya itu masih teringat jelas di memoriku, senyumannya membuatku
tenang dan damai dia selalu menjagaku kapanpun dan dimanapun, setiap
aku down dia selalu memegang erat tanganku dan membuatku bangkit lagi.
Mungkin aku terlalu egois terlalu berharap untuk memilikinya, tapi aku
tak bisa selalu berpura-pura untuk tidak mencintainya. Tapi disisi lain
kalau emang kita jadian aku TAKUT, aku sangat takut kehilangan dia, aku
gamau dia hilang dari mata dan hatiku. Tapi di sisi lain juga aku pengen
banget milikkin dia, supaya semua orang tau dia milik aku bukan milik
orang lain.
Aku selalu menahan rasa sakit ini ketika teman-temanku menanyakan
kedekatan ku dengan dicky selama ini, aku sakit ketika aku harus bilang “
bukan, dia hanya
temanku.” Dan merekapun menjawab “padahal udah cocok banget, jadian
aja.” Aku hanya membalas dengan senyuman. Tapi perlahan masalah itu
sudah menjadi hal yang biasa untukku. Karna Dicky mengajarkanku untuk
bertindak dan bersikap yang dewasa. Aku ga berani bilang Dicky adalah
segalanya buat aku, karna aku takut segalanya aku hilang.
Aku berusaha menjadi wanita yang dewasa yang ingin selalu berfikiran
positif, jadi aku kadang berpikir kalau hubungan aku sama Dicky sekarang
jauh lebih bahagia aku takut jika kita pacaran lalu putus dan gak
bisa deket lagi, mending betemen kaya sekarang dan dia gak akan ninggalin aku, kecuali dia mempunyai cintanya yang baru.
D-I-C-K-Y seseorang yang paling berharga buat aku sekarang, andaikan aku mampu berkata di depannya bahwa aku sayang
dia dan gamau kehilangan dia mungkin aku akan jauh lebih tenang, tapi
beberapa kali aku mencoba untuk mengatakannya malah yang ada hanya
gemetaran yang ku rasa, mungkin belum saatnya aku berkata seperti itu.
Tawa dan candanya adalah warna di hidupku, aku tak ingin semuanya
berlalu begitu cepat. Dicky juga adalah salah satu alesan yang membuatku
betah di masa SMA yang dulu yang aku anggap biasa aja. Aku sekarang
masih duduk manis di sampingnya menjadi teman biasa, entah akankah
posisi itu berubah, akupun tak tahu








